[Review Novel Terjemahan] Murder is Easy, Membunuh itu Gampang Karya Agatha Christie

Selama lebih dari satu abad, karya-karya Agatha Chrisite telah menghibur dan memikat pembaca dengan cerita-cerita misteri yang brilian hingga dikenal sebagai Ratu Misteri. Salah satu novel terjemahan yang menarik perhatian adalah "Membunuh itu Gampang" dengan alur cerita yang rumit dan karakter yang menarik. Murder is Easy/Membunuh itu Gampang, awalnya diterbitkan pada tahun 1939 dengan judul "Easy to Kill." 

Novel detektif ini mengajak kita bertualang dari kota besar di Inggris ke kota kecil, Wychwood-under-Ashe, dengan misteri pembunuhan berantai dan memaksa kita untuk turut memutar otak untuk mentbak kira-kira siapa penduduk desa yang memasang topengnya dengan sangat baik untuk melancarkan aksi-aksi pembunuhannya selama bertahun-tahun.

Review Membunuh itu Gampang - Agatha Christie

Novel Murder is Easy (Membunuh itu Gampang) - Agatha Christie
Judul: Membunuh itu Gampang/Murder is Easy
Penulis: Agatha Christie
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Anggota IKAPI
Soft Cover
328 hlm; 18 cm
ISBN: 978-979-22-8648-9

Blurb

Miss Pinkerton yakin... "Pembunuhan? Apakah Anda benar-benar yakin bahwa Anda tak keliru? tanya Luke lembut. "Pada peristiwa pertama mungkin saya salah, tapi pada peristiwa kedua, ketiga, atau keempat.... Setelah itu kita jadi yakin..." Beberapa jam setelah itu Miss Pinkerton ditabrak mobil. Seminggu kemudian, korban yang keenam mengalami "kecelakaan" yang tragis. Maka berangkatlah Luke Fitzwilliam, dengan enggan, untuk menjerat seorang pembunuh kejam.

Premis Unik

Membunuh itu Gampang menyodorkan gagasan bahwa pembunuhan itu sangat sederhana sehingga hampir semua orang dapat melakukannya dan lolos begitu saja. Konsep ini disuguhkan di halaman awal novel, dengan mengeksplorasi sifat manusia, kepercayaan dan penipuan yang menggugah pikiran. Gagasan bahwa seorang pembunuh mungkin bersembunyi di balik setiap wajah yang tersenyum, membawa kita untuk menerka-nerka siapa penjahat di antara penduduk-penduduk Wychwood yang bersembunyi dari topeng pembunuh hingga babak akhir novel.

Karakter yang Kuat

Membunuh itu Gampang terjemahan dari Murder is Easy, karya Agatha Christie menampilkan beberapa tokoh dengan perannya masing-masing. Setiap penduduk Wychwood berpotensi menjadi tersangka, dengan keunikan dan keesentrikan mereka turut mewarnai cerita penyelidikan ini. Miss Pinkerton penuh teka-teka dan rahasia, dr. Humbleby yang periah dan ramah, Lord Whitefield, OKB (Orang Kaya Baru) yang dermawan namun besar kepala, Honoria Waynflette, perempuan paruh baya yang disegani, dr. Thomas dengan gagasan-gagasan baru di dunia medis, serta pemilik toko barang-barang antik, seorang yang misterius dan sering melakukan pemujaan setan.

Setiap karakter menyembunyikan rahasia dan motivasi mereka sendiri. Interaksi antar karakter-karakter ini membuat pembaca terus terlibat dan menilai masing-masing karakter yang ada sebagai tersangka pembunuhan.

Sinopsis

Bermula dari percakapan antar orang asing, Miss Pinkerton dan Luke William, pensiunan polisi yang ramah dan berkarisma, dalam salah satu gerbong kereta menuju Inggris, mengenai pembunuhan berantai yang terjadi di Wychwood-under-Ashe, diikuti dengan tragedi kematian Miss Pinkerton di Inggris dan munculnya iklan kematian dr. Humbleby di kota kecil tersebut beberapa minggu setelahnya. Membangkitkan antusias Luke untuk menyelidiki peristiwa-peristiwa di kota kecil tersebut. Luke senantiasa terngiang dengan ucapan Miss Pinkerton, membunuh itu gampang.

Atas bantuan temannya, Luke bisa menetap dan tinggal di rumah Lord Whitefield, tempat sepupu temannya, Bridget Conway, bekerja. Berhari-hari menetap dan berbincang dengan Lord Whitefield, tergambar jika Lord Whitefield sangat bangga atas keberhasilannya di Wychwood-under-Ashe. Lord Whitefield percaya bahwa dirinya orang yang sangat beruntung dan mendapatkan berkat Tuhan, setiap orang yang menggangunya, selalu ditemukan meninggal dengan cara-cara yang aneh. Bahkan dengan bangga dia sering mengatakan kejahatan (terhadap dirinya) tidak akan dibiarkan tanpa ganjaran. 

Di setiap alur cerita yang dibangun, para tokoh memainkan perannya masing-masing, dengan keanehan, motivasi dan latar belakang yang berbeda-beda sebagai terduga pelaku pembunuhan. Setiap plot menunjukkan teka-teki dan petunjuk yang mengarah kepada orang yang berbeda-beda, semakin membingungkan untuk menentukan tersangka utama.

Plot yang rumit disertai kepingan teka-teki dalam setiap cerita mengajak pembaca selalu menebak siapa kira-kira tersangka pembunuhan, dari setiap tokoh-tokoh baru yang dikenalkan dalam cerita. 

Membunuh itu Gampang memberikan kejutan akhir cerita yang sulit ditebak, plot twist pembunuh yang begitu dekat di depan mata.

Review Buku Lainnya:






11 comments

  1. Nama agatha christie memang legend di dunia novel misteri, bahkan komikus idola gw yaitu aoyama gosho pun mengidolakannya.. salut sih buat org yg suka baca novel kyk gini krn gw baca komik misteri atw detektif pun, pasti harus bolak balik halaman biar detil ngertinya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. baca buku/komik misteri atau detektif tuh menantang adrenalin juga sih yaa, jadi bikin nagih buat bacanya dan kepo sama jalan ceritanya sampai akhir

      Delete
  2. Nama agatha christie memang legend di dunia novel misteri, bahkan komikus idola gw pun (aoyama gosho) mengidolakan dia juga.. dari novel / komik misteri bisa belajar kl manusia itu misterius ya, mirip castle..hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. cara berpikir manusia itu emang paling rumit dan kompleks sih ya, diri sendiri aja suka bingung kenapa cara berpikir 5 tahun yang lalu akan jauh beda sama saat ini

      Delete
  3. Iqbal - Setelah ini dibahas di grup Kubbu, saya coba cari novel-novel Agatha Christie di Shopee. Kebanyakan (atau mungkin seluruhnya) yang ada itu yang Bahasa Indonesia, saya lupa ketemu yg English apa enggak, tapi kalaupun ada, mahal deh kayaknya.. Saya lupa malam itu kenapa akhirnya gak jadi beli, kyknya karena mahal itu.. (yg english). Agak trauma beberapa kali baca novel terjemahan, malah gak enak bacanya

    ReplyDelete
  4. Agatha christie memang ga pernah salah ketika menulis cerita pembunuhan. Aku suka cara dia bikin alur cerita bagaimana sebuah pembunuhan terjadi. Bahkan sebuah alasan tentang pembunuhan tersebut pun diceritakan dengan sangat jelas. Hingga pada akhirnya semua orang pun akan menerima terjadinya pembunuhan tersebut. Walaupun pada kita tetap tidak setuju dengan pembunuhan tersebut.

    Review yang bagus mbak wulan :)

    ReplyDelete
  5. Aku termasuk orang yang jarang baca soal pembunuhan karena lebih merasa menarik jika divisualisasikan, apakah ini termasuk novel yang kaya deskripsi atau gimana mba wulan?

    ReplyDelete
  6. Wow jadi penasaran sama perjalanan si Luke ini, apakah dia berhasil atau enggak ngungkapin teka teki pembunuhan, boleh juga nih novel buat dijadiin list buat dibeli.

    ReplyDelete
  7. Menarik, aku penasaran siapa yang sebenarnya melakukan pembunuhan dan motif dari dia melakukan hal itu. Novel dengan genre begini tuh suka bikin penasaran pembaca ya kak

    ReplyDelete
  8. Sudah kita bahas kemarin di bedah buku, edisi september 2023, ulasannya keren, walau memang belum baca bukunya, tapi memang isi nya penuh dengan plot twist

    ReplyDelete
  9. Jadi kangen baca Agatha Cristie lagi, dulu pernah baca beberapa lalu kebagian terjemahannya gak enak, lalu kapok 😅

    ReplyDelete

your comment awaiting moderation