Who am I? Perjalanan Panjang yang Tak Pernah Usai

Who am I? Pernahkah kita menanyakan hal ini pada diri sendiri? Atau bahkan terlalu sering kita mempertanyakan siapa diri kita sebenarnya?



Berawal dari tantangan "30 Hari Menulis Blog bersama KUBBU (Klub Blogger dan Buku) Backpacker Jakarta" aku akan sedikit membagikan sempilan cerita tentang interpretasi diriku sendiri setelah 29 tahun menjalani kehidupan (yang semu) ini ~

Jika kamu mengenal aku dari dunia perkuliahan, dunia pekerjaan, dunia komunitas, dunia pertemanan dan dunia sosial media, mungkin kamu akan menebak-nebak bahwa aku adalah seorang perempuan yang super talk-active, energetic, supel dan mudah beradaptasi. Tapi di balik itu semua, ada sekian tahun waktu dan rupa-rupa usaha untuk menjadi sesosok wulan yang sekarang kamu kenal.

Sejatinya dari kecil hingga masa-masa awal perkuliahan aku tipikal anak yang pendiam, lebih banyak dan lebih suka menjadi pendengar dibanding sebagai sosok yang dominan memperbincangkan banyak hal.

Di awal-awal perkuliah 2009/2010, aku pernah tes MBTI dan aku cenderung Introvert. Beberapa minggu lalu aku mencoba personality test dan kecenderungan sifatku berubah menjadi Extrovert. It showed that people change. And so do I, I changed a lot especially since late 2017. Ketika aku berhadapan dengan problematika hidup layaknya roller coaster. 

Ku berharap, segara perubahan diri yang terjadi senantiasa menguatkan, dan mampu melindungi serta mempertahankan diri dari segala macam abuse yang secara sengaja atau pun tidak sengaja berkelindan di hadapan kita.

Perubahan jati diri, pencarian jati diri, memang perjalanan panjang yang tak pernah usai.

3 comments

  1. Jaraknya 10 tahun ya untuk berubah dari introvert jadi extrovert. Hehhehe

    ReplyDelete
  2. Merubah karakter dan menemukan jati diri perluh perjuangan yg panjang. Semangat terus bertumbuh

    ReplyDelete
  3. Ih setuju banget lah kak kalo people changes. jadi kalo ada yang bilang "ih kamu berubah." lah kan emang berubah yaa sesuai dengan apa yang dialami masing-masing tentunya. Dan kalo aku baca, perubahan yang kak wulan alami ini lebih menuju ke positif.

    ReplyDelete