Life Planning for Five Years, Yes or No?

Selama aku berteman dan bersosialisasi dengan berbagai macam orang, setiap orang punya gaya hidupnya masing-masing. Ada yang penuh konsep, teoritis, penuh perencanaan bahkan ada juga yang tidak merencanakan apa pun dan menjalani hidup se-santai itu, let it flow!

Terus gimana dengan aku? Gimana kamu? Gimana kita ~

Kalau aku sendiri, bisa dibilang campuran antara ambisius tapi nyantai, menyusun rencana tapi terkadang kendur, semangatnya suka naik turun, tapi yang aku yakini kalau kita punya daftar rencana, daftar mimpi, angan-angan untuk masa depan, itu akan tertanam di alam bawah sadar kita dan kita akan dengan sendirinya tergerak menggapai dan merealisasikan itu semua dengan bantuan semesta.

Misalnya saja, siapa sangka, aku seorang anak petani dan pedagang yang kehidupannya biasa-biasa saja, status sosialnya sejak kecil biasa-biasa saja, bahkan di masa aku kecil sampai di bangku kuliah aku merasakan kesulitan ekonomi, aku melihat di depan mata ku sendiri, Bapak ditagih hutang, aku ga bisa ngapa-ngapain dan aku cuma bisa menangis dalam diam. Oh dammmn, sambil nulis ini, aku auto terbayang peristiwa itu, dan aku menahan air mata sekarang ini! Hahahaha.

Alhamdulillah, perjuangan Ibu-Bapak menyekolahkan aku, tidak sia-sia, aku sudah bisa bekerja dan mencari penghasilan, bisa membantu mencukupi kebutuhan keluarga (Bapak-Ibu, terkadang adik juga), dan aku bisa melanjutkan studi dengan biaya sendiri, saat ini.

Berangkat dari keluarga yang biasa-biasa saja, aku bisa keliling Indonesia, tanpa mengeluarkan biaya! Tuhan dan semesta memang maha baik. Dari keseluruhan perjalananku keliling Indonesia, mungkin cuma 10-20% saja yang aku biayai sendiri, hehe.

Ok, that's the intro for my life planning for five years ahead! Aku percaya Tuhan Maha Baik, selama kita juga jadi orang baik, menyesali segala macam kesalahan dan perbuatan buruk yang sudah dilalui, dan berusaha terus menjadi baik, ku tuliskan rencana-rencana ini dan semoga ada sambutan-sambutan hangat dari semesta untuk segera merealisasikannya :)

Rencana Pendidikan

Saat ini aku sedang menjalani semester tiga Magister Komunikasi di Universitas Paramadina. Menjalani hari-hari perkuliahan daring di tengah pandemi, dan sudah dituntut untuk membuat jurnal, rencana thesis serta sertifikasi TOEFL sebagai syarat kelulusan. Saat ini, belum satu pun syarat itu tersentuh, after this I should slap my face, wake up and do those things to do with my best! Doakan aku bisa melalui itu semua dan bisa lulus semester depan tahun 2021 ya!

Harapan Romansa dan Cinta-Kasih

Duapuluh duapuluh sudah mau berakhir, tahun baru akan segera datang dan usia 20-an ku akan segera berakhir, aku berharap aku bisa segera menemukan sosok dengan kecocokan jiwa hingga kita akhirnya saling melengkapi dan menumbuhkan cinta yang senantiasa berkembang. Ku ingin selama lima tahun mendatang, kami telah menghidupkan suasana rumah kami dengan buah hati yang menggemaskan dan penuh suka cita. Mungkin saja, semesta akan membantuku melalui tulisan ini dan menemukan sang sosok itu. Aamiin.

Karir, Minat dan Hobi

Aku masih akan terus menekuni karir atau pun profesi yang berkaitan dengan hal-hal yang aku suka, komunikasi, suara, foto, video, sosial media, traveling, cooking, riset dan analisis!

Presentasi Project Kantor


Melanjutkan Financial Planning dan Prinsip Pendidikan Anak-anak ala Mamakku!

Fyi, mamak ku adalah sosok ibu yang tidak pernah mengenyam bangku pendidikan, dan tidak bisa baca tulis sama sekali. Sejak usianya yang masih kecil senantiasa membantu orang tuanya untuk mencari nafkah, berpindah-pindah dari satu sawah ke sawah lainnya, untuk bekerja pada orang lain. Hingga, akhirnya mamakku bisa memiliki sawah sendiri, mengelola sawah sendiri, mendapatkan penghasilan sendiri dari sawah hingga mempekerjakan banyak orang di sawah.

Dan mamak adalah sosok di keluarga yang sangat getol mendorong anak-anaknya untuk mengeyam pendidikan tinggi! Mamakku ingin anak-anaknya jadi orang karena pendidikan dan tidak diremehkan atau pun dipandang sebelah mata oleh orang lain. Pun, aku setuju banget sama hal ini. Saat ini aku bisa menjadi wanita karir, mandiri di tanah rantau, memiliki jejaring pertemanan yang cukup luas ya karena usaha orang tua, terutama mamakku menyekolahkanku. Dan aku mau anak-anakku kelak juga mengenyam pendidikan yang layak dan sesuai dengan passion dan kebutuhan mereka.

Meskipun mamakku tidak bisa baca tulis, tapi Ia adalah sosok yang cerdas dan pemberani. Di titik ini aku bisa menyisihkan sebagian pendapatanku untuk membeli properti sebagai aset atau pun investasi masa depan ya karena ajaran dan didikan mamakku sedari kecil. Bayangkan sejak kecil, aku sudah di-brain wash, "kalau punya uang ya beliin emas, kumpulin emas, kalau nanti ada yang jual tanah kita jual emas-emasnya untuk modal beli tanah." Mamakku paling wanti-wanti kalau membelanjakan uang untuk pakaian dan pernak-pernika yang tidak berguna, karena menurutnya itu semua "sampah" tidak bisa jadi aset di kemudian hari. Kurang lebih seperti itu lah ajaran "financial planning" yang aku dapatkan dan terpatri serta teramalkan sampai sekarang.



15 comments

  1. semoga semuanya bisa berjalan sesuai harapan ya kak...amin...🙏

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin! Makasih ya Wildan, semoga kamu juga bisa merealisasikan harapan 5 tahun ke depan ya ::)

      Delete
  2. Semangat! Kakak Wulan Ndari pasti bisa. ✊🏼✊🏼

    ReplyDelete
  3. aku kagum banget sama yang bisa bikin plan yang jelas kayak kaka, soalnya aku orangnya jalanin aja dulu :D kayaknya aku harus mikirin seenggaknya plan plan besar yaa

    ReplyDelete
  4. Dulu sebelum menikah, prinsip hidup saya juga sama, let it flow. Begitu udah menikah, tambah lagi punya tiga anak, gak bisa lagi tuh ngikutin arah angin saja, harus ada planning jangka pendek dan jangka panjang. Kegigihan mamak, alias ibu kita itu memang luar biasa ya mba. Rencana keuangannya mungkin sekilas konvensional banget, tapi hasilnya gak main-main. Semangatnya mamak ini seperti membakar kita.

    ReplyDelete
  5. Ya Allah kak, mamak kita sama ya..
    Dulu pas aku kuliah aku kan sering kerja part time.
    Nah kalo pas dapet duit, aku kalo belanja sepatu sama baju dia suka komen
    "Sampah kok dibeli.. di lemari banyak baju.."

    Hihi, ternyata kata-kata beliau terpatri setelah aku punya anak. Hahaha
    Baru kusadari, bener juga..
    Namanya trend gak ada habisnya. Pakaian akan menumpuk dan gak bisa diuangkan selain jadi "sampah"

    Kadang orangtua yang gak berpendidikan sekalipun gak bisa kita kita remehkan karena doa ialah yang kita butuhkan

    ReplyDelete
  6. Luar biasa kak Wulan ya. Bisa hasilkan uang sendiri plus kuliah.Pandai mengatur waktu, seorang blogger pula. Jarang jarang. Kudoakan Semoga megisternya cepat kelar ya, sukses sellau.

    ReplyDelete
  7. wuah salam sehat ya buat bapak dan mamak
    semoga mereka sehat sehat dan bahagia melihat putrinya bertumbuh mendewasa dengan baik

    btw templatenya keren banget. seger headernya

    ReplyDelete
  8. Memang kita harus memepersiapkan segala sesuatunya mbak bahkan sebelum menikahpun. Emas merupakan investasi yang ideal di saat pandemi ini menurut saya

    ReplyDelete
  9. Semoga tahun depan gelar Magister di tangan ..Aamiin!
    Sehat selalu buat kedua orangtua Mbak Wulan. Memang apa yang diajarkan ortu bisa jadi teladan utama yang selanjutnya kita teruskan ke anak-anak kita
    Salut akan kegigihan Beliau berdua juga Mbak Wulan yang punya tekad dan semangat tinggi saat menjalani hidup ini. Semoga apa yang diharapkan terwujud ya...

    ReplyDelete
  10. Mamak pasti bangga ya Mbak,, melihat putrinya sudah mau lulus S2, dengan biaya sendiri pula. Mba Wulan hebat. Financial planning menabung emas ini juha diajarkan oleh mamak saya. Emas itu investasi yg meroket terus nilainya tp liquidnya cepat.

    ReplyDelete
  11. Membaca kisah perjalanan hidup seseorang tentu ada pelajaran yg bisa dipetik. Pun saat membaca sedikit cerita di masa lampau Mbak Wulan. Smoga harapan di lima tahun mendatang, diijabah oleh-Nya.
    Btw financial Planning ala Emaknya mantul banget mbak. Aku aja masih berani investasi di emas, smoga kedepan bisa merambah ke properti
    Amin

    ReplyDelete
  12. Sebaiknya memang diplanning, dan per sekian tahun harus ada target pasti.
    Btw, ajaran emak saya juga sama. Menabung emas. Dulu saat kerja sayya beli 1-2 gram emas.

    ReplyDelete
  13. Wah keren ya perjuangan ibunda semoga cita2 mbak Wulan tercapai ya cepat lulus juga program S2 nya semangat yaa

    ReplyDelete