3 Prioritas Utama Bagi Perempuan untuk Mengatur Keuangan

Senang sekali isu-isu perempuan kini semakin banyak diperbincangkan dari berbagai sudut pandang, ga melulu soal perayaan Hari Kartini atau pro-kontra isu-isu feminisme. Isu-isu pemberdayaan perempuan dan kemandirian perempuan juga seringkali dibahas dalam konten-konten yang berseliweran di media sosial TikTok setiap harinya. 

Bahkan, sekarang kita bisa merayakan Hari Perempuan Nasional atau Indonesian Women's Day setiap 8 Maret. Tahun ini, Hari Perempuan Nasional dirayakan dengan tema break the bias atau singkirkan bias. Karena, tak bisa dipungkiri hingga saat ini tetap saja masih ada pendiskreditan peran perempuan di tengah masyarakat terutama mengenai pengambilan keputusan. Mungkin hal ini terjadi karena melekatnya kepemimpinan laki-laki di tengah masyarakat.

Ahh, aku jadi teringat dengan cerita Bu Sri Mulyani, sejatinya kesempatan laki-laki dan perempuan saat ini sudah sama-sama terbuka lebar, bahkan secara partisipasi politik perempuan, Indonesia jauh lebih unggul dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Baru 76 tahun merdeka, Indonesia sudah pernah mengenyam kepemimpinan Presiden Perempuan, banyaknya menteri-menteri perempuan di kabinet pemerintahan Indonesia, hingga Ketua DPR RI pun saat ini dijabat oleh perempuan. Partisipasi politik perempuan Indonesia bahkan mendahului patron negara demokrasi, Amerika Serikat. Hanya saja, peluang dan kesempatan perempuan Indonesia dihadapkan dengan berbagai dilema tanggung jawab, mulai dari urusan rumah tangga, mengurus anak dan suami, berbeda dengan kondisi sosial yang melekat pada kaum pria. 

Di tengah beragam tantangan yang dihadapi dan anggapan negatif tentang peran dan kepemimpinan perempuan, namun secara paradoks perempuan dipercaya sebagai manajer keuangan yang andal. Bahkan perempuan yang sudah berumah tangga dianggap lebih ahli dalam mengatur arus kas keuangan keluarganya. Aku mengamini paradoks tersebut. Berdasarkan pengalaman, mamakku berhasil mengatur keuangan rumah tangga yang bermula dari titik nol hingga akhirnya bisa memiliki aset-aset investasi untuk anak-anaknya di masa depan. Pengaturan keuangan berdasarkan prioritas dan benefit jangka panjang menjadi salah satu ilmu pengaturan keuangan yang ku dapatkan dari mamakku.

Lambat laun, aku pun mulai mengatur keuangan dan mempelajari literasi finansial lebih banyak lagi sebagai bekal mengatur keuangan keluarga di masa mendatang. Untuk mencapai pengaturan keuangan yang ideal atau pun sehat, direkomendasikan kita mengatur tiga prioritas utama nih.

3 Prioritas Utama Bagi Perempuan untuk Mengatur Keuangan

1. Pendidikan

Meskipun mamakku tidak mengenyam bangku sekolah, tapi Ia lah figur dalam keluarga yang paling ngotot untuk menyekolahkan anak-anaknya hingga jenjang pendidikan tinggi. Karena keterbatasan yang mamakku miliki tanpa adanya kemampuan baca dan tulis, Ia ingin merombak masa depan anak-anaknya menjadi lebih baik dengan pendidikan. Dan aku sangat berterimakasih dengan segala perjuangan mamakku untuk menyekolahkan anak-anaknya hingga Perguruan Tinggi, meskipun harus dilalui dengan segala macam upaya, keringat, tangis, dana pinjaman, dan berbagai kerja keras yang dilakukan Bapak dan Mamakku.

Magister Komunikasi
Foto Wisuda Magister berama Kelaurga

Aku merasakan betul perjuangan mereka kala itu, sangat bermanfaat dan membantu diriku hingga saat ini untuk menjadi perempuan mandiri, mengenal dunia dan profesi yang lebih luas dari kegiatan bertani dan berdagang yang dilakukan oleh kedua orang tuaku. 

2. Kesehatan

Kesehatan sangat mahal harganya bahkan sangat tipis dengan jurang kematian. Diriku pernah mengalami kecelakaan sepeda motor bertepatan dengan tragedi tsunami 2004 silam. Status koma selama berhari-hari hingga akhirnya harus melakukan operasi. Benang tipis antara kehidupan dan kematian terjadi di atas meja operasi kala itu.

Tak hanya persoalan nyawa, dalam musibah demikian, orang tua ku pun harus merelakan penjualan sebidan tanah sawah untuk membayar biaya rumah sakit. Ya, pada saat itu, keluarga kami yang tinggal di pedesaan dengan tingkat pendidikan dan literasi keuangan yang minim, tak tahu menahu dan tak terpikirkan tentang pentingnya kepemilikan asuransi kesehatan.

Dengan pengalaman masa lalu dan ilmu-ilmu literasi finansial yang secara bertahap ku lahap, aku sadar betul pentingnya kepemilikan asuransi untuk mengurangi risiko finansial ketika terjadi musibah. Saat ini pun aku memiliki dua jenis asuransi kesehatan sekaligus asuransi jiwa.

Terlebih saat ini kita dihadapkan dengan kondisi pandemi yang tidak menentu, biaya perawatan dan pengobatannya pun tak bisa dibilang murah. Oleh karenanya, kita harus siap siaga mempersiapkan dana darurat yang diposkan ke dalam tabungan liquid juga ke layanan asuransi. FWD Insurance menjadi salah satu layanan asuransi yang bisa kita pilih dan mudah diakses melalui jalur keagenan, bancassuranace, corporate care maupun melalui jalur e-commerce.

Salah satu produk asuransi kesehatan dari FWD Insurance yang bisa diakses melalui e-Commerce adalah Asuransi Bebas Handal yang bisa memberikan manfaat rawat inap lengkap termasuk biaya kamar, biaya dokter, obat-obatan, perawatan setelah rawat inap dan biaya tindakan bedah. Pilihan kontribusi untuk asuransi ini mulai dari Rp 75.000 dan pilihan manfaat tahunan Rp 50 juta atau Rp 100 juta.

Selain itu, FWD Insurance juga menyediakan asuransi FWD Hospital Care Protection yang bisa dimiliki melalui jalur keagenan. Asuransi ini memberikan perlindungan meneyeluruh untuk pelayanan medis rawat inap dan rawat jalan serta serangkaian fasilitas rehabilitasi termasuk perawatan ekstra. Kita bisa memilih beragam pilihan layanan berdasarkan wilayah geografis dan manfaat yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tingkat risiko kesehatan masing-masing nasabah.

Jenis asuransi ini juga memberikan manfaat tambahan lain berupa limit booster, no claim bonus dan santunan pemakanan. Menariknya produk ini didukung dengan jangkauan perlindungan di seluruh dunia serta pengjuan klaim melalui aplikasi FWD MAX.

Kalau sudah memiliki perlindungan asuransi, risiko finansial kita pun akan terlindung.

3. Hiburan

Ada kalanya kita membutuhkan waktu me-time, perawatan, entertainment atau pun healing diperlukan untuk menjaga kewarasan. Oleh karena itu, kita harus menyisihkan sebagai dana untuk keperluan tersebut, namun ingat ya, tetap tentukan skala prioritas dan intensitas hiburan yang kita perlukan.

Selamat merayakan Hari Perempuan Nasional dan terus memeberdayakan perempuan!



12 comments

  1. Pendidikan dan kesehatan memang sangat penting ya mba..demikian juga hiburan utk menjaga kewarasan kita..itu sebabnya ku juga setuju bhw kita perlu menyiapkan dana yg cukup utk ketiga hal penting ini..

    ReplyDelete
  2. Semangat Ibu Mbak hebat ya, untuk mendapatkan anak-anaknya pendidikan tinggi. Memang peran Ibu itu luar biasa di keluarga

    ReplyDelete
  3. Betul banget mbak, 3 prioritas itu yg paling penting dalam keuangan. Kalau sudah berumah tangga seperti saya, mungkin ada yg ke empat atau kelima, yaitu investasi (keuangan yg sifatnya harus bisa diwariskan ke anak2 seperti tanah, emas, dll)

    ReplyDelete
  4. Pengelolaan keuangan yg baik dalam keluarga bermanfaat banget ya kak sampe hari tua. Pinter mengatur pemasukan pada pos pos yg sudah dialokasikan

    ReplyDelete
  5. Setuju, Kesehatan dan Pendidikan itu penting. Tapi hiburan juga tak kalah penting. Melakukan kesenangan memberikan kesehatan pada jiwa, dan itu faktor penting untuk mendukung kesehatan fisik. Fisik yang sehat bisa membuat kita mudah menjalani pendidikan.

    ReplyDelete
  6. Skala prioritas yang udah ditentukan lalu imbangi dengan kelola keuangan lewat pos-pos nya ya kak, karena ini juga sebagai bekal masa depan

    ReplyDelete
  7. sepertinya bukan hanya untuk perempuan saja untuk prioritas keuangan, kalau aku pun sama apalagi sebagai cowo, orang tua pun udah menjadi tanggungan anak ya.

    ReplyDelete
  8. Selamat hari perempuan nasional, Kak. Perempuan itu sosok luar biasa keberadaannya. Tiga hal yang sangat berguna untuk masa depan keluarga ya, Kak.

    ReplyDelete
  9. Bu Sri Mulyani memang teladan buat perempuan ya, juga suaminya teladan bagi kaum laki-laki karena bisa dukung istrinya berkarir sampai setinggi itu tanpa post-power syndrome. Dulu waktu masih jadi kuli media kerap ketemu Bu Sri, kadang di rumahnya kadang di tempat kerjanya. Gak jarang ketemu pas ada suaminya.

    ReplyDelete
  10. Pendidikan, kesehatan, hiburan memang penting buat perempuan biar kita tetap bisa berpikir waras. Kalau pikiran tenang, ngatur keuangan pun lebih mudah

    ReplyDelete
  11. Penting banget ya kak karena bagian ini penting agar rumah tangga bertahan lebih baik dalam kondisi apapun

    ReplyDelete
  12. Perempuan wajib melek keuangan, apalagi banyak keluarga yang menerapkan perempuan sebagai head of finance. Jangan sampai boncos!

    ReplyDelete

your comment awaiting moderation