Jakarta Humanity Festival 2020: Millenial dan Kemanusiaan

Time flies so fast, aku masih teringat dan terbayang gimana tahun lalu aku datang dan menggali isu-isu kemanusiaan di helatan Jakarta Humanity Festival 2019 yang diselenggarakan Dompet Dhuafa di Loop Station, Blok M. Beruntung sekali, tahun ini aku bisa hadir lagi dan belajar isu-isu kemanusiaan lainnya.

Bunny dan Dini Andromeda, MC Jakhumfest 2020

Kali ini Jakarta Humanity Festival 2020 mengulas seputar HumaniTalk: Youth for The Earth, HamaniTalk ft. Tokopedia: Ngulik Berkah "Bagi-bagi Kebahagiaan & Indonesia Siap Siaga." Selain HumaniTalk, terselenggara juga workhsop melukis payung dan music performance "Sound of Humanity." Rangkaian acara diselenggarakan di M Bloc Space, Hari Minggu, 26 Januari kemarin.


Marysa Nurmaranti, Executive Director Indorelawan

Sesi pertama bincang-bincang kemanusiaan kali ini, bareng sama Kak Marsya dari Indorelawan. Kak Marsya mecnceritakan bagaimana platform online Indorelawan.org, bisa mengoneksikan good people with social activities. Sudah ada ratusan ribu relawan dan ribbon aktivitas sosial yang sudah dijalankan. Dan fyi, dari 100.000 data relawan yang bergabung, 88,6% berusia 18-30 tahun, 68,7% adalah perempuan dan 67% merupakan Mahasiswa/pelajar. Seneng banget ya, teman-teman usia milenial tergolong yang paling aktif dalam kegiatan kerelawanan.

Jadi, untuk teman-teman yang ingin ikut serta dalam kegiatan kerelawanan tapi kebingunan mau mencari informasinya kemana, kamu tinggal cari saja daftar kegiatan sosial yang terdaftar di Indorelawan dan kamu bisa memilih jenis kegiatan sosial yang sesuai dengan passion, atau keahlian dan waktumu. Untuk yang mau membuat kegiatan sosial dan mau mencari relawan juga bisa mendaftarkan organizais dan kegiatan sosial yang akan dijalankan di Indorelawan. 

"Ubah niat baik jadi aksi baik hari ini" -Indorelawan

Aku jadi teringat dulu ketika masih menjadi mahasiswa dan di tahin-tahun awal bekerja masih sangat aktif mengikuti kegiatan-kegiatan sosial, salah satunya adalah kegiatan Hidden Park di tahun 2013 dan 2014 yang digagas oleh Leaf Plus. Kali ini, aku bertemu lagi dengan para penggeraknya Kak Dila Hadju dan Dithi Sofia di sesi HumaniTalk: Youth for Earth. Selain Kak Dila dan Kak Dithi ada juga Kak Swetania Puspa serta Mas Syamsul Ardiansyah.

HumaiTalk: Youth for Earth

Kak Dila Hadju selaku Founder Tumbuh Hijau Urban memberikan tips untuk belajar memilih, memilah dan mencari tahu sumber bahan-bahan peralatan yang biasa kita gunakan, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga pakaian. Apakah bahan-bahannya terbuat dari plastik, apakah bisa didaur ulang, berapa lama durasi peralatan tersebut bisa digunakan. Selain itu, untuk mengurangi konsumsi energi dan menjaga bumi kita juga bisa memulai aktivitas-aktivitas berikut untuk turut menjaga bumi.
  • Mengurangi pemakaian bohlam lampu
  • Tidak mengeringkan baju di mesin cuci
  • Menggunakan air dingin (bukan air panas) pada settingan mesin cuci
  • Beralih ke kendaraan yang memiliki bahan bakar tamah lingkungan (bisa menggunakan kendaraan listrik, sepeda, atau menggunakan transportasi umum)
  • Memilih pola makan yang berbasis tanaman dan sayuran
  • Beralih ke sumber listrik ramah lingkungan (menggunakan panel surya)
  • Mengurangi mobilitas menggunakan pesawat setiap tahunnya
  • Pertimbangan jumlah anak dalam keluarga juga bisa menjadi faktor untuk menghemat energi dan sumber daya bumi, karena semakin banyak anak, semakin banyak pula energi dan sumber daya yang dibutuhkan.

Kak Dithi Sofia (Manager Indonesia Diet Kantong Plastik), berbagi cerita kalau tidak hanya kantong plastik yang menjadi ancaman lingkungan tapi juga stereo-foam, microbits dan scrub make up, kemasan sachet, serta sedotan. Menambahkan informasi tersebut, Kak Swietenia (Founder & Executive Director Divers Clean Indonesia) juga menyatakan kalau sumber-sumber plastik tersebut adalah barang-barang yang paling banyak ditemukan di sungai dan laut, salah satunya karena barana-barang tersebut tidak bisa didaur ulang dan tidak termasuk dalam perputaran circular economy. Mas Syamsul (Manager Lingkungan Dompet Dhuafa), berbagi informasi jika sebetulnya nenek moyang kita sedari dulu sudah menerapkan penggunaan bahan bakar atau energi terbarukan, misalnya saja kayu bakar dan sistem tinggal yang nomaden, pembukaan lahan tanam baru dengan cara dibakar. Cara-cara tersebut lebih sustain bagi lingkungan, namun sudah tidak bisa mengakomodir kebutuhan umat manusia di jaman sekarang.

HumaniTalk ft. Tokopedia

Sesi HumaniTalk berikutnya bertemakan "Ngulik Berkah Bagi-Bagi Kebahagiaan & Indonesia Siap Siaga" bersama Bang Benny (Direktur Disaster Management Center Dompet Dhuafa), Mas Adhe Indra Saputra (Relawan Kemanusiaan Dompet Dhuafa), Chiki Fawzi (Entertainer & Relawan Dompet Dhuafa) serta Mas Iman dari Tokopedia Salam. Bang Benny, tergolong orang yang unik dan lucu, dia menebarkan semanga "Selingkuh" kepada para peserta. Eh tapi selingkuh versi Bang Benny adalah Senantiasa Menjaga Lingkungan Hidup yaaa. Sedangkan Mas Ade membagikan bagaimana dia bisa berbahagia ketika berbagi dan memberikan bantuan serta empati di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang mengalami bencana. 

Kali ini kali kedua aku ketemu Kak Chiki Fawzi di Jakhumfest, tahun lalu aku menonton penampilannya dalam "Sound of Humanty" dan Kali ini Kak Chiki membagikan pengalaman-pengalamannya selama ikut serta dalam kegiatan kerelawanan. Menurutnya iuran kehadiran dalam kegiatan-kegiatan sosial adalah hal yang penting dan membahagiakan. Selama masih hidup, Ia memiliki niat untuk terus menebarkan manfaat.

Dalam HumaniTalk Kali ini, ada juga Mas Iman dari Tokopedia Salam. Kecanggihan teknologi juga berupaya untuk memudahkan kita dalam berbuat kebaikan. Melalui fitur "Tokopedia Salam," Tokopedia berupaya memfasilitasi kegiatan-kegiatan donasi via internet. Kita pun bisa berdonasi ke Dompet Dhuafa via Tokopedia Salam. Ketika meng-eksplor Tokopedia Salam, kita bisa memilih bentuk donasi satu kali saja atau donasi rutin.

Pameran Foto Kemanusiaan Jakhumfest 2020
Thanks Jakhumfest 2020! See you next year!








No comments